no comments

Siapa Bilang Mahasiswa Nggak Bisa Berinvestasi?

Mahasiswa itu identik dengan duit pas-pasan. Pas awal bulan baru dapat kiriman, ya bisa makan enak, hangout dengan teman-teman, jalan-jalan, dan lainnya.

Pas pertengahan sampai akhir bulan, yang paling enak ya makan mie instan. Mahasiswa, apalagi yang merantau kan memiliki banyak kebutuhan, mulai dari bayar kost, print dan fotokopi tugas, bayar biaya praktikum, dan lainnya.

Sebagai mahasiswa kekinian, kamu pasti memiliki banyak rencana di masa depan. Misalnya, bisa jalan-jalan ke luar negeri, punya rumah sendiri, dan lain sebagainya. Mau banget dong 5 atau 10 tahun ke depan sudah punya banyak uang untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Mengandalkan tabungan di bank dari gaji yang diperoleh saat nanti sudah bekerja tentunya akan memerlukan waktu yang lama untuk mewujudkannya. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan uang yang kita tabung di bank nilainya akan menurun akibat inflasi.

Nah, mumpung masih mahasiswa, kamu punya banyak waktu untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi mewujudkan keinginan- keinginan tersebut. Salah satu caranya adalah melalui investasi. Memangnya mahasiswa bisa berinvestasi? Jangankan untuk investasi, untuk biaya hidup saja harus super duper hemat.

Eiits, jangan pesimis dulu. 2 jenis investasi ini tergolong murah-meriah yang bisa kamu ikuti meski masih berstatus mahasiswa.

1. Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu jenis investasi yang cocok untuk pemula karena tidak memerlukan modal besar dan memiliki tingkat resiko yang rendah.

Jika kamu berinvestasi reksadana, uang kamu akan dikelola oleh manajer investasi (profesional yang ahli di bidang investasi) pada berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, deposito, dan lainnya.

Ada 4 jenis reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Keempat jenis reksa dana tersebut memiliki tingkat resiko dan return (keuntungan) yang berbeda-beda. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh, maka semakin tinggi pula resikonya.

Kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana melalui pembelian reksa dana secara online, seperti di Bareksa.com, Reksa Dana Maulife, dan lain sebagainya.

Kamu hanya perlu membuat akun dan mendaftar dengan KTP, kemudian memilih reksa dana yang akan dibeli. Tapi ingat, pelajari terlebih dahulu jenis-jenis reksa dana sebelum menentukan pilihan. Pilihlah yang paling sesuai dengan kemampuanmu.

Berapa modal yang harus saya keluarkan untuk investasi reksa dana?

Kamu bisa berinvestasi dengan modal mulai dari Rp 100.000,-/bulan. Lumayan terjangkau, kan? Coba bandingkan. Jika biasanya di awal bulan uang Rp 100.000,- kamu gunakan untuk hangout, uang kamu akan berkurang bahkan habis sebelum akhir bulan.

Jika kamu gunakan uang tersebut untuk berinvestasi reksa dana, uang kamu akan memiliki pundi-pundi rupiah pada 5 atau 10 tahun ke depan. Hayo, kamu pilih yang mana?

2. Investasi Emas

Emas merupakan salah satu investasi yang cukup menjanjikan karena memiliki harga yang stabil dan cenderung meningkat. Emas disini tentunya bukan yang berbentuk perhiasan ya, tetapi berbentuk emas batangan. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan harga perhiasan akan cenderung menurun.

Jika kamu merasa uang Rp 100.000,-/bulan terlalu mahal untuk investasi reksa dana, kamu bisa memilih emas sebagai alternatif investasi.

Jangan membayangkan kalau kamu harus membeli emas batangan secara tunai karena harganya sudah tentu sangat mahal. Kamu bisa menabung emas secara offline ataupun online melalui Pegadaian, Bukalapak, ataupun yang lainnya. Tapi ingat, kamu harus teliti dalam memilih tempat untuk menabung emas.

Berapa modal yang saya butuhkan untuk menabung emas?

Modal yang kamu butuhkan untuk investasi emas jauh lebih terjangkau daripada reksa dana. Kamu bisa menabung emas mulai dari Rp 3.000,- an/ 0,005 gram di Bukalapak, atau mulai Rp 6.000,-an/ 0,01 gram di Pegadaian.

Murah meriah, kan? Kalau dibelikan gorengan, uang tersebut akan habis. Kalau dibelikan emas, 5 atau 10 tahun ke depan, uang kamu akan berlipat-lipat.

Baca juga: Cara membuka rekening BRI Simpedes

Nah, itulah 2 jenis investasi murah-meriah yang bisa kamu pilih meski kamu masih berstatus mahasiswa. Ingat ya, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Yuk, sisihkan uang bulananmu untuk berinvestasi mulai sekarang. Semoga bermanfaat.