Tips Membeli Rumah KPR Supaya Tidak Tertipu yang Sesuai Kebutuhan

Tips Membeli Rumah KPR Supaya Tidak Tertipu, KPR adalah Kredit Pemilik Rumah yang saat ini sedang marak-maraknya untuk keperluan hunian yang nyaman.

Apakah anda ingin memiliki rumah sendiri namun belum mencukupi uangnya untuk membeli secara tunai? Maka anda bisa memilih KPR dengan cicilan perbulan sesuai dengan kemampuan anda.

Sekarang sudah banyak pihak property seperti pemasaran perumahan yang menggunakan jasa bank untuk kerjasama dalam KPR tersebut.

Meskipun banyak lahan yang digunakan untuk perumahan, namun perlu anda tetap waspada dengan promosi yang sudah ditempel dalam benner.

Anda harus berhati-hati dalam memilih KPR (Kredit Pemilik Rumah) yang akan menjadi tempat hunian anda selamanya. Pastikan semuanya secara terbuka dan juga bangunan rumahnya juga nyata.

Baca Juga : Cara dan Syarat Pembiayaan UMKM BNI Syariah

Inilah beberapa tips membeli rumah KPR supaya tidak tertipu yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk membeli rumah secara kredit.

Tips Membeli Rumah KPR Supaya Tidak Tertipu yang Cocok Untuk Anda

Informasi Kerjasama Bank dari KPR

Bank kebanyakan memiliki produk KPR untuk memudahkan anda dalam transaksi dalam pembayaran KPR yang anda inginkan. Sebelum anda memutuskan untuk kredit rumah maka cari tahu terlebih dulu kelebihan dan juga kekurangan dari setiap produk KPR di Bank tersebut.

Selain itu, pastikan anda juga mengetahui secara detail tentang suku bunga, syarat permohonan dan juga kemudahan lainnya yang bisa anda terima.

Jika anda tidak memiliki waktu untuk dating sendiri ke Bank maka bisa langsung membuka situs resmi dari beberapa bank yang bisa anda bandingkan kelebihan dan kekurangannya dalam program kredit rumah tersebut.

Tips Membeli Rumah KPR Supaya Tidak Tertipu

Image : Ilustrasi KPR

Mengetahui Suku Bunga dan Perhitungannya

Perlu anda ketahui secara detail dengan perhitungan suku bunganya serta perhitungannya. Nampaknya beberapa Bank menggunakan fixed rate (tetap), floating rate ( mengambang dan juga kombinasi dengan fixed dan floating rate.

Banyak Bank yang menggunakan system suku bungan kombinasi untuk ketertarikan nasabah Kredit rumah tersebut. Apakah anda sudah mengetahui dengan system kombinasi tersebut? Dimana suku bunga tetap hanya berlalu beberapa tahun dengan memiliki bunga cukup rendah.

Namun, setelah masa suku bunga tetap masanya sudah habis maka akan diberlakukan suku bunga bergerak yang menyesuaikan kondisi bunga seperti dipasaran yang sudah di tentukan oleh Bank Indonesia.

Selain itu anda bisa memilih Bank Syariah untuk melakukan kredit rumah dengan system cicilan yang flat dan menggunakan bagi hasil bukan suku bunga. Tidak hanya memilih Bank yang sesuai, namun juga harus sepadan dengan kemampuan anda dalam melakukan cicilan perbulan menganut di Bank mana.

Baca Juga : Inilah 5 Cara Memilih Travel Umroh Terpercaya

Memilih Kredit Pemilik Rumah dengan Pelajari Perhitungan Suku Bunga

Banyak orang tidak mengetahui atau belum familiar dengan beragam macam jenis bunga bank serta perhitungannya. Bagi anda yang masih awam tentang perhitungan suku bunga  bank Kredit Pemilik Rumah.

Setiap bank memiliki perhitungan yang berbeda adapun contoh banya dalam program KPR bank 8% p.a fixed untuk 55 bulan yang bisa diperpanjang sampai tanggal yang ditentukan. Maka pihak nasabah bisa kenakanan bunga mengembang yang bisa lebih besar dari 6% tersebut.

Setelah itu pihak nasabah dikenakan suku bunga mengembang di tahun ke 4 dan ke 5 dengan nilai maksimal 11%. Bisa saja anda dapatkan bunga 10% di tahun ke-4 dan untuk bunga 11% di tahun ke-5. Biasanya anda sebagai nasabah akan dikenakan bunga mengembang atau floating yang bisa lebih besar dari 11%. Perhitungan ini beda dengan Bank Syariah yang menggunakan system bagi hasil.

Nasabah Harus Aktif Bertanya

Anda sebagai nasabah KPR maka seringlah bertanya supaya lebih jelas dan paham tentang perhitungan cicilan yang harus dibayarkan selama masa pembayaran habis. Bagaimana sertifikat rumahnya, dan ada beberapa hal yang bisa menjadi pertanyaan untuk pihak Bank maupun bagian pemasaran Kredit Pemilik Rumah.

  • Apakah ada biaya tahunan?
  • Bila terlambat bayar cicilan, apakah ada denda?
  • Apakah ada biaya administrasi di depan?
  • Berapa bunga maksimum, bila sudah habis masa promo?
  • Bisakah percepat pelunasan?
  • Apa saja yang disiapkan untuk persyaratan KPR?
  • Bagaimana biaya asuransi pada saat Kredit Pemilik Rumah?
  • Bagaimana mendapatkan sertifikat rumah?
  • Berapa maksimal atau minimum cicilan lunas?
  • Apakah rumah sudah berdiri atau masih dalam bentuk tanah?

Masih banyak sekali pertanyaan yang anda lontarkan pada saat melakukan percakapan dengan pihak bank ataupun bagian pemasaran perumahan yang sudah kerjasama dengan Bank tertentu.

Selain itu anda juga harus mempertimbangkan reputasi developer yang akan anda buat KPR tersebut. Perhatikan Penyelesaian Sertifikat pada saat anda membeli rumah. usahakan jangan,  membayar DP atau uang muka sebelum KPR anda disetujui.

Lakukan sesegera mungkin AJB setelah rumah jadi, segera lakukan pengurusan status SHM, IMB juga sangat penting dan yang terpenting menghindari Transaksi di Bawah Tangan. Jadi transaksi anda harus tertulis dan berkuitandi untuk menghindari pemalsuan atau penipuan.

Keputusan Sesuai Kemampuan Finansial Anda

Dalam mengambil keputusan dalam melakukan Kredit Pemilik Rumah, maka anda harus lebih memastikan terlebih dulu dengan kemampuan anda dalam membayar cicilan perbulan tersebut.

Jangan sampai anda membayar cicilan dan berhenti di pertengahan perjalanan. Karena keuangan setiap orang belum tentu selalu berjalan dengan lancar.

Bisa saja ketika anda sudah memutuskan untuk mengambil kredit rumah dan ditengah perjalanan cicilan anda di PHK oleh bos anda.

Hal ini tentu saja menjadi kendala yang cukup berat. Karena uang yang sudah masuk di bank tidak bisa di tarik kembali dan pastinya rumah yang anda idamkan akan disita oleh bank kalau anda tidak bisa menbayar cicilan dalam beberapa bulan.

Perlu anda perhitungkan bahwa cicilan perbulan seharunya 30% dari pendapatan anda. Jika anda mengambil keputusan yang salam maka akan menjadi ancaman dalam keuangan anda. Oleh karena itu, sebelum memutuskan mengambil kredit rumah maka pikirkan dua kali dengan keuangan anda.

Itulah beberapa Tips Membeli Rumah KPR Supaya Tidak Tertipu yang bisa menjadi refrensi anda dalam mengambil keputusan yang tepat. Pikir berulang kali untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan financial atau keuangan anda. Semoga bermanfaat untuk masa depan anda yang lebih cerah.