Ini Loh 5 Jenis Investasi Modal Kecil yang Bisa Kamu Pilih

Sering kita mendengar bahwa milenial wajib berinvestasi jika ingin memperoleh kebebasan finansial di masa depan. Ajakan tersebut digembor-gemborkan baik berupa tulisan maupun video yang bisa kita lihat di youtube dan media sosial lainnya.

Sayangnya, kita cenderung menunda untuk berinvestasi karena menganggap bahwa investasi memerlukan modal yang besar.

Sering kita berdalih, “jangankan investasi, untuk kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup saja dapat menghabiskan gaji sebelum tanggal gajian berikutnya tiba kok.” Atau alasan lainnya seperti “nanti sajalah. Masih muda ini.”

Nah, apakah hal tersebut dapat dijadikan alasan? Tentu saja tidak. Mengingat bahwa investasi justru harus dimulai saat kita muda dan menuai hasilnya nanti di masa depan saat kita tua.

Lalu, bagaimana jika kamu ingin mulai berinvestasi tetapi modal yang kamu miliki tergolong kecil alias terbatas?

Berikut ini adalah beberapa jenis investasi modal kecil yang bisa kamu pilih.

1. Logam Mulia

Nah, salah satu jenis investasi modal kecil yang bisa kamu pilih adalah investasi logam mulia. Investasi logam mulia ini memiliki resiko yang rendah sebab harga logam mulia akan cenderung stabil bahkan naik pada setiap tahunnya.

Saat ini, kamu bisa mulai menabung emas baik secara offline ataupun online dengan modal yang tergolong minim.

Mulai dari Rp 5 ribuan saja, kamu bisa menabung emas seberat 0,01 gram di Pegadaian. Atau dengan nominal yang lebih kecil lagi yaitu Rp 3 ribuan, kamu bisa membeli emas di Bukaemas milik Bukalapak. Murah-meriah, kan?

Baca juga: 3 Cara Kreatif untuk Produktif Menabung

2. Reksa dana

Jika kamu kurang tertarik untuk investasi logam mulia, reksa dana dapat menjadi alternatif. Reksa dana ini menawarkan keuntungan yang cukup besar, yang tentunya sebanding dengan resikonya.

Uang yang kamu setorkan pada reksa dana ini nantinya akan dikelola oleh manajer investasi yang profesional untuk meminimalisir resiko. Nah, kamu bisa mulai investasi reksa dana dengan modal minimal Rp 10 ribu saja secara online di Bukareksa miliki Bukalapak atau lewat Manulife Syariah Sukuk Indonesia di kantor Manulife terdekat.

Selain itu, kamu juga bisa langsung mendaftar di Bareksa.com dengan modal awal Rp 100 ribuan.

3. Peer to Peer (P2P) Lending

Salah satu jenis investasi modal kecil yang saat ini mulai menjamur adalah Peer to Peer (P2P) Lending. Dalam P2P lending, kamu sebagai investor akan dihubungkan pada borrower

atau peminjam dana oleh platform/ fintech P2P lending. Nah, peminjaman dana ini tidak menggunakan jaminan sehingga resikonya pun cukup besar.

Untuk investasi P2P lending, kamu bisa memulainya dengan modal Rp 100 ribuan. Umumnya, kamu akan memperoleh keuntungan sebesar 1,5% – 2,5% per bulan dari hasil investasimu. Tapi ingat, kamu harus berhati-hati dalam memilih platform P2P lending agar uang yang yang investasikan aman. Pastikan platform tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Ini lo kelebihan dan kekurangan pinjaman online langsung cair

4. Saham

Kalau mendengar kata saham, tentunya kita akan beranggapan bahwa kita harus memiliki banyak uang untuk membeli saham salah satu perusahaan. Tapi tenang dulu. Sekarang ini, kamu bisa membeli saham dengan modal minim loh, sekitar Rp 100 ribuan saja.

Caranyapun cukup mudah, yaitu cukup datang ke perusahaan sekuritas terdekat dengan membawa dokumen pribadi berupa KTP, buku tabungan, dan NPWP. Nanti kamu akan diarahkan oleh petugas untuk tahap selanjutnya. Nah, sebagai pemula, sebisa mungkin hindari yang namanya trading saham.

Daripada pusing-pusing mengurusi trading saham, lebih baik beli saham saja kemudian lupakan. Eh, bukan benar-benar dilupakan loh ya. Tapi, biarkan perusahaan sekuritas yang mengelolanya dan memberikan laporan hasil investasimu.

5. Deposito

Deposito merupakan produk penyimpanan uang di bank yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang diambil oleh nasabah, mulai dari 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan.

Jika kamu memaksa menarik uangmu sebelum jatuh waktu pengambilan, maka kamu akan dikenai biaya penalti. Hal tersebut dikarenakan deposito memiliki tingkat suku bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa. Nah, untuk deposito, kamu bisa mulai dengan Rp 1 jutaan.

Nah, itulah beberapa jenis investasi modal kecil yang bisa kamu pilih. Tapi ingat, yang namanya investasi itu untuk jangka panjang dan selalu ada resiko yang harus dihadapi.

Jangan langsung panik jika mengetahui nilai investasimu naik – turun. Selow saja. Kamu akan menuai hasilnya di masa yang akan datang. Yuk, mulai sisihkan dan kumpulkan uangmu untuk membeli instrumen investasi yang kamu pilih.

Semoga bermanfaat.

Ika Fitriani

Ingin berbagi melalui tulisan. Semoga bermanfaat.

View all posts by Ika Fitriani →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.